Refleksi Akhir Praktik Pengalaman Lapangan Terbimbing
- Apa yang telah mahasiswa pelajari sebagai peserta PPG calon guru selama tahapan PPL Terbimbing dari awal hingga akhir?
Sebagai calon guru PPG, pengalaman mengikuti PPL Terbimbing dari awal hingga akhir memberikan banyak pelajaran berharga. Saya belajar bagaimana menyusun perangkat pembelajaran yang lengkap dan sesuai standar, mulai dari identitas, tujuan, hingga skenario kegiatan. Proses ini melatih saya untuk lebih teliti dalam merancang pembelajaran yang terstruktur, serta memastikan bahwa setiap komponen mendukung ketercapaian kompetensi murid. Selain itu, praktik mengajar langsung di kelas membuat saya memahami bahwa teori yang dipelajari di kampus harus diterjemahkan ke dalam strategi nyata yang sesuai dengan kondisi murid. Dari siklus ke siklus, saya semakin terbiasa mengelola kelas, menggunakan media variatif, dan memberikan instruksi yang jelas.
- Apakah terdapat pengalaman yang menantang dan bagaimana solusi dari permasalahan tersebut?
Selama PPL, tentu ada pengalaman yang menantang. Salah satunya adalah pemanfaatan platform digital yang belum optimal. Skor penilaian menunjukkan bahwa saya masih perlu meningkatkan kemampuan dalam mengintegrasikan sumber belajar daring ke dalam perangkat pembelajaran. Tantangan lain adalah membuat instruksi asesmen yang benar-benar detail agar murid tidak bingung. Solusi yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan guru pamong, meminta contoh instruksi asesmen yang lebih rinci, serta mencoba menambahkan langkah-langkah pengerjaan dalam LKPD. Selain itu, saya juga berusaha memperbaiki transisi kegiatan agar lebih mengalir dengan menambahkan penghubung berupa pertanyaan reflektif atau permainan singkat.
- Apakah umpan balik atau saran konstruktif yang diberikan kepada mahasiswa dalam diskusi refleksi akhir sebagai bentuk perbaikan untuk ke tahap PPL selanjutnya (PPL Mandiri)
Dalam refleksi akhir bersama guru pamong dan teman sejawat, saya menerima banyak umpan balik konstruktif. Guru pamong menekankan pentingnya memperjelas instruksi asesmen dengan contoh konkret, meningkatkan pemanfaatan platform digital, serta mendorong murid untuk lebih aktif menggunakan media pembelajaran. Saran ini menjadi bekal penting untuk tahap PPL Mandiri, di mana saya harus lebih mandiri dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. Saya menyadari bahwa refleksi bukan hanya evaluasi, tetapi juga proses belajar berkelanjutan untuk memperbaiki kualitas mengajar.